Tuesday, March 04, 2008

pickpocketed at Kuala Lumpur: priceless

bus ticket to KL: 25 SG$
having taiwan's taste for lunch: 16 RM
buying new clothes: 70 RM

pickpocketed at Kuala Lumpur: priceless

there is something money can't buy (Mastercard:p)

Yupe, saya kecopetan di KL.., here is the story:

Ini terjadi ketika saya menaiki KTM komuter train dari KLCC menuju ke MidValley. Pada saat itu ada orang malay tinggi, item, jelek pula yang berdiri membelakangi dan mendorong-dorong. Perangainya mencurigakan, celingukan ke kiri dan ke kanan. Posisi saya tepat di belakangnya. Ketika pintu kereta akan tertutup, orang itu pun seketika berusaha keluar dari kereta. Menyadari kehilangan sesuatu di kantong celana depan (telepon bimbitku), saya langsung menangkap tangannya.

maling: "Ada apa?"
korban maling: "Henpon saya hilang, kamu ambil".
penonton: (dalam bahasa hokkian) "Ada apa, ada apa", "Ada yang maling".
korban maling: *huh, gosip ajah...*

Kami berdua pun keluar dari kereta dan tidak jauh dari kereta ada polis.

polis: "Ada apa pak cik?"
korban maling: "Henpon saya ilang, periksa dia" (Damn, I don't speak malay)
korban maling: *maling siahh!!*

Polis pun membawa kami berdua ke tempat yang sepi. (Huh, kenapa coba harus dibawa ke tempat sepi, ini sekongkolan yah)

korban maling: "periksa dia pak!"
maling: "Awak bisa tuntut pak cik kalau mau"
korban maling: *huweee, malingnya sudah expert, jam terbang sudah tinggi*

polis pun memeriksa dan tidak menemukan barang bukti.

korban maling: "Kalo ente mau masuk train, kenapa ente keluar lagi" (Keknya, kata 'ente' bukan bahasa malay yaaa)
korban maling: *malinggg siahhh!!!*
maling: "bini awak masih di luar"
korban maling: "sekarang bini ente di mana?" (duh oon banget masih pake 'ente')
maling: "bini awak sudah di dalam train"
korban maling: *does not make sense, karena dari tadi saya tidak melihat ada tanda-tanda keberadaan bininya*

polis: "pak ciek boleh periksa sendiri"
maling: "silahkan"

Saya pun menggeledah maling, dan.. nihil.. huhuhu..

maling: "tak ada kan. Ini handset pak cik bukan?" (menyodorkan handphonenya)
polis: "Ada suspect lain?"
korban maling: *suspectnya cuman dia, dia, dia... terus ngapain juga situ bawa kami ke tempat yang jauh. Jadinya gak bisa cari suspect lain*
korban maling pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.

polis: "handset pak cik nilai berapa? berapa ribu?"
korban maling: "ummm" (duh.. repot harus konversi ke RM..)

korban maling: "Saya mau lapor"
polis dan maling: "Bisa, bisa, di atas"
polis: "Tujuan pak cik ke mana" (sambil meminta tiket train)
polis: "Di stesyen MidValley juga bisa lapor"
polis: "Kalau pak ciek liat suspectnya, bisa telepon awak. Ini nomor awak 017xxxxx"
korban maling: *sekongkolan*

Lessons learned:
1. Jika ada orang yang mepet-mepet "mesra", bentak saja atau kalau perlu ditampol, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
2. Jika menggunakan angkutan publik, jangan berdiri di dekat pintu. Karena kemudahan akses kabur, daerah inilah yang menjadi incaran para maling.
3. Saku depan bukanlah tempat teraman untuk menyimpan barang berharga.

Bagaimanapun juga saya masih bersyukur karena yang hilang bukanlah dompet ataupun paspor..

What a day in KL... priceless...

P.S: teman-teman nomor kalian hilang semua, tolong update yaaa...

8 comments:

nisa said...

kirain di Indonesia aja ada copet, SEMANGAT!!!

ihsan said...

malang nian nasibmu nak... beli aj lagi ri, kan murah2 tuh di spore :D

izzul said...

hmmm dari sing ke kl sgd 25?
kalo dari jb cuma rm 25 hehe

relakan saja.. mungkin ada orang lain yg lebih perlu.. *pengalaman pribadi* :p

jadi teringet, temen di sing pernah ketinggalan hp, terus beberapa jam kemudian dia nyadar ternyata masih ada di tempat semula. tapi itu di masjid mukmin, deket jurong east :d

Arie said...

@izzul:

naik bus transnational 30RM uy.
tampaknya singapura aman sekali.

um.. pengalaman pribadi apa neh? kehilangan apa nyopet, hihihi..:p

iqbalpakeh said...

Bahaya, Bahaya, Bahaya, Bahaya.....
(semua juga tahu itu bahaya...^^) serem banget untung yang ilang ga passport.. semoga aku ga seperti itu. Ntar bareng2 deh ke Suntec buat beli HP hahaha.
NO HP gua =

luzzi said...

rm 30? tetep aja mahal *ga mo kalah*

kehilangan jg... jembatan busway karet yg mengerikan.. mgkin anak yg ga sengaja ngambil lg sakit butuh beli obat.. :p

itu di mesjid lho, blm tau kalo di smrt. tapi pengalaman so far, aman2 ajah.. semoga terus begituh :d

Arie said...

@izzul or luzzi

sepertinya smrt aman2 saja. temanku biasanya membiarkan hp menggelantung di luar saku dan blon pernah kehilangan..

beliin hp baru dungs:p..

Yew Ang said...

Another Lesson:
SPEAK SIMPLE ENGLISH, even better shows that u are from oversea (Other than indon).
Polis in malaysia will treat u differently.